AKIDAH ISLAM DAN TANTANGAN RASIONALISME MODERN TELAAH PERAN AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.5281/Keywords:
Akidah Islam,Rasionalisme Modern,Akal Dan Wahyu,Ilmu Kalam,Filsafat IslamAbstract
Rasionalisme modern menempatkan akal sebagai otoritas utama dalam menentukan kebenaran, sehingga dalam banyak hal cenderung mengesampingkan peran wahyu dan realitas metafisik. Paradigma pemikiran semacam ini menjadi tantangan serius bagi akidah Islam yang menjadikan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut, sementara akal diposisikan sebagai sarana untuk memahami, menalar, dan menguatkan kebenaran wahyu tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep akidah Islam serta menganalisis secara kritis tantangan rasionalisme modern terhadapnya, khususnya dalam konteks relasi antara akal dan wahyu dalam pemikiran Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah sumber-sumber klasik dan kontemporer dalam bidang ilmu kalam dan filsafat Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam tidak menolak peran akal, bahkan mengakui urgensinya dalam memahami ajaran agama, namun tetap memberikan batasan agar akal tidak melampaui otoritas wahyu. Dengan demikian, integrasi yang harmonis antara akal dan wahyu menjadi pendekatan fundamental dalam menjaga kemurnian akidah Islam sekaligus mempertahankan relevansinya di tengah dinamika pemikiran rasionalisme modern.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Al-Ma'had: Jurnal Ilmiah Kepesantrenan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









