TAUHID, TAWAKAL, DAN TAKDIR: RELEVANSINYA DALAM PEMBENTUKAN ETOS HIDUP MUSLIM KONTEMPORER
Main Article Content
Abstract
Modernitas yang ditandai dengan kemajuan teknologi, rasionalisasi sosial, dan persaingan ekonomi global menimbulkan tantangan signifikan bagi umat Islam, termasuk meningkatnya kecemasan eksistensial, melemahnya spiritualitas, serta penyederhanaan pemahaman ajaran Islam dalam praktik sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep tauhid, tawakal, dan takdir secara integratif dalam perspektif teologi Islam serta relevansinya terhadap pembentukan etos hidup Muslim kontemporer. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data, meliputi Al-Qur’an, hadis, tafsir, literatur klasik dan kontemporer, serta hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan melalui reduksi, klasifikasi, dan interpretasi kontekstual untuk mengaitkan konsep teologis dengan praktik kehidupan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa tauhid menegaskan keesaan Allah sebagai pusat orientasi eksistensi, tawakal menyeimbangkan ikhtiar dan penyerahan diri, sedangkan takdir memberikan kerangka makna atas peristiwa hidup sekaligus menegaskan tanggung jawab moral. Integrasi ketiga konsep ini membentuk etos hidup Muslim yang produktif, resilien, dan berlandaskan nilai transenden, sekaligus menjadi pedoman praktis dalam pendidikan akidah, pembinaan karakter, dan pengembangan etos kerja. Dengan demikian, tauhid, tawakal, dan takdir tidak hanya menjadi doktrin teologis, tetapi juga instrumen strategis untuk menghadapi tantangan kehidupan kontemporer tanpa kehilangan dimensi spiritual dan moral.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.