Retorika Al-Qur'an dan Moderasi Beragama: Analisis Tafsir Tematik atas Delapan Dimensi Qaulan sebagai Strategi Komunikasi Digital yang Beradab
Main Article Content
Abstract
Pesatnya transformasi teknologi komunikasi digital telah mengubah ruang publik menjadi arena yang rentan terhadap polarisasi opini dan degradasi etika, yang secara signifikan mengancam nilai-nilai moderasi beragama. Fenomena ini memerlukan kerangka etis yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan presisi psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengontekstualisasikan delapan dimensi qaulan (maisuran, layyinan, ma’rufan, sadidan, balighan, tsaqilan, 'azhiman, dan kariman) sebagai strategi retorika Al-Qur'an dalam membangun etika komunikasi digital yang moderat dan beradab. Dengan menggunakan metode tafsir tematik, penelitian ini membedah delapan dimensi qaulan dalam Al-Qur’an yang menuntut kalibrasi diksi yang adaptif terhadap kondisi dan kerentanan audiens dengan empat indikator wasathiyah (tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan tawazun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan dimensi qaulan merupakan instrumen moderasi beragama yang efektif secara konseptual dalam memitigasi budaya komunikasi toxic dan disinformasi, sekaligus beririsan secara produktif dengan kerangka teori komunikasi digital kontemporer seperti netiquette dan tipologi disinformasi. Integrasi prinsip-prinsip ini mentransformasi pola komunikasi transaksional menjadi interaksi digital yang berbasis empati, kejujuran objektif, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi berbasis qaulan adalah bentuk tanggung jawab spiritual yang mampu mewujudkan ekosistem ruang publik digital yang inklusif, moderat, dan mencerahkan bagi masyarakat kontemporer.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.