DIGITAL IMMERSION DAN PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA: STUDI KASUS SUBJEK TUNGGAL DAN IMPLIKASINYA BAGI PESANTREN
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran bahasa asing di pesantren sering kali menghadapi tantangan terkait terbatasnya lingkungan bahasa (bi’ah lughawiyyah) yang otentik. Penelitian ini mengkaji efektivitas digital immersion terstruktur sebagai strategi pelengkap dalam pemerolehan bahasa kedua. Melalui studi kasus subjek tunggal, penelitian ini mengobservasi perkembangan bahasa seorang subjek berusia enam tahun selama delapan minggu dengan paparan konten YouTube terkurasi sebanyak 360 menit per minggu. Data dikumpulkan melalui logbook sistematis dan dianalisis menggunakan metode perkembangan tematik. Temuan menunjukkan adanya evolusi kompetensi linguistik yang signifikan: fase awal berupa pemerolehan naratif dan kontekstual (minggu 1–4), diikuti oleh fase fungsional dan ekspresif (minggu 5–8), di mana subjek mampu menggunakan bahasa secara terinternalisasi untuk keperluan operasional dan emosional. Hasil ini mengindikasikan bahwa paparan digital yang konsisten dan berbasis minat dapat mempercepat pemerolehan bahasa secara natural tanpa perlu latihan tata bahasa yang kaku. Penelitian ini mengusulkan model "Digital Bi’ah Lughawiyyah" bagi pesantren, di mana pendidik beralih peran dari sekadar pengajar tata bahasa menjadi kurator konten, guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pemerolehan bahasa alami dengan tetap menjaga nilai-nilai etika Islam
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.